sihabuddin.com

Sihabuddin.com Sekedar Berbagi Pengalaman "Apa Yang Aku Lihat, Aku Rasa, Aku Dengar Dan Aku Hirup"

Latest Post

NGIRI!

bagaimana aku tak iri?
Semua temanku tlah jauh di depan dan meninggalkanku.
sudah ada yang sarjana, mulai dari spdi sampai farmasi
sudah banyak yang hafal jurumiyyah, imriti dan alfiyahnya,
Sudah banyak yang khatam fathul wahab, al mahali, bukhori, ihyak

Bagaimana aku tak iri?
Kebanyakan dari mereka sudah bekerja dan beramal
Dari penghasilan jutaan
Sampai puluhan bahkan ratusan juta perbulanya
dari membuka mata hati
Sampai mengaktifkan software software browser hati, yang bisa berselancar ke alam yang tak kasat mata, sampai entahlah yang tak kunjung ku ketahui

Bagaimana aku tak iri?
aku masih sibuk dengan kesendirian ini, sedang mereka sudah selesai memahami, sibuk bekerja dan beramal Dengan percaya diri

Bagaimana aku tak iri
Sedang aku masih sibuk membenahi diri, yang seharusnya sudah lebih dari ini
Taubat, sabar syukur, khouf, roja' dan ahh entahlah mengapa masih sebatas materi
Dan entahlah semua tipi tipu cari perhatian ini

Sek sek, bagaimana aku ngiri?
Sedang aku nganan 😂😂😂

Selamat Ulang Tahun ke 22 Untuk Diriku
sihabuddin.com - Selamat Ulang Tahun ke 22 Untuk Diriku Sendiri, iyah masih sendiri #njiirrr
aku kira blog ini sudah dari 2013 tapi entah jugalah, ucapan ucapan selamat ulang tahun baru aku tulis di tahun 2014. yeay 30 maret 2017

Selamat Ulang Tahun ke 19 Untuk Diriku
Selamat Ulang Tahun ke 20 Untuk Diriku
Selamat Ulang Tahun ke 21 Untuk Diriku
Selamat Ulang Tahun ke 22 Untuk Diriku

loh loh loh, entah kenapa selalu saja dengan entengnya ngomong tak terasa setahun berlalu, kosong dan hambar, tiba tiba umurku sudah beranjak 22, sudah dewasa, dan memang sudah di tua-kan, tapi ahh aku masih anak kecil, masih enggan bertanggung jawab, masih sering memilih lari dari kenyataan,

banyak kejadian di tahun ini, apa yang terjadi tahun ini, simpan dalam hati, jadikan pelajaran untuk masa depan. masih banyak kesalahan kesalahan yang harus di perbaiki, banyak impian yang belum terlaksana, masih banyak yang harus di benahi ahh dewasa ini -_-

flash back sebentar, saat aku belajar tentang mengikhlaskan, ada hal yang tak bisa di paksakan, saat aku mulai merasakan cinta wkwkw, dan memang cantik mempesona, aku mulai percaya dengan wanita yang super sibuk, dan akupun mulai menyibukan diriku sendiri Terima Kasih Sabdani Putri

yang paling terasa diumur 21 kemarin, adalah salah satu orang yang paling ku sayang tentunya karena kasih sayangnya kepadaku yang tak pernah reda, yups mbah uty, mbah jalalah, banyak hal yang masih belum di pelajari, lebih lebih ilmu dukun bayi dan ilmu jamu-nya, dulu saat simbok masih sehat aku selalu berkhayal agar kelak istriku saja yang belajar, namun simbah sudah pergi dulu, banyak yang di pelajari dari mbah, nasehat beliau selalu tentang mengaji dan mengaji, jangan lupakan sodaqoh, jangan lupa kepada yang sudah meninggal, jangan lupa ziarah.

rencana kedepan yang mobat mabit ahhh 3 Tahun Kedepan Siapa Aku?

Aku belajar bagaimana mengolah keadaan hati, dari mulai drop mulai bangkit, berdiri, terbang dan di tebang, ahh belajar tetap biasa saja semua harus lillahita'ala Terima Kasih Matahariku
dan aku mulai mengerti!

Pesanku Untuk Ku!
kamu ini bisa saja memilih wanita pujaanmu, tinggal lapor PASTI BISA, tapi kamu harus ingat, kamu ini siapa? kamu bisa apa? modalmu apa?
udahlah gak usah mikirin pacaran, gak usah mikirin aneh aneh, lebih baik perbaiki diri dan ngaji, ngaji lagi.

kamu sendiri sudah tau kan?
teman temanmu semangat membangun masa depan, dan kamu hanya mlongo, komentar gak jelas, mengkritik tanpa solusi, sedang kamu masih kosong, udahlah TALK LESS DO More!

dan segini aja, besok lanjut entah kapan, Selamat Ulang Tahun Ke 22 Untuk Diriku - sihabuddin.com

Terima Kasih Alloh
sihabuddin.com - Terima Kasih Alloh

Alloh terima kasih telah engkau hadirkan seseorang yang begitu indah, penerang bagai matahari
terima kasih melalui dia engkau terangkan hatiku dan memahami keadaan hati ini

Yang lucu, saat saat aku ingin mengeluh atas masalahku, Engkau mendatangkan orang orang dengan problem, masalah yang jauh lebih besar dari padaku, dan akupun malu untuk mengadu, cukup ku pendam, dan Terima Kasih Alloh

entahlah, Engkau Maha Tahu, dan begitu banyak Engkau memberikan anugerah kepadaku namun begitu lebih banyak juga aku mengecewakanmu, entahlah aku juga masih bingung, Engkau dengan Maha RahmatMu, Engkau masih memberiku kehidupan, Engkau tidak meninggalkanku.

Terima Kasih Alloh - sihabuddin.com

sihabuddin.com - Terima Kasih Teman dan Semua Makhluk Hidup. entahlah ini juga baru sadar, ternyata aku punya teman teman baik dan semua makhluk hidup di kelilingku yang baik pula. semua ini memang karena matahariku yang menerangi hatiku, TERIMA KASIH MATAHARIKU

aku belajar memahami, begitu banyak teman yang aku kecewakan, tapi mereka masih saja percaya dan menemaniku tak pergi meninggalkanku Terima Kasih Teman Dan Semua Makhluk Hidup - sihabuddin.com

Terima Kasih Bapak Ibukku
sihabuddin.com - Terima Kasih Bapak Ibuku, entahlah kenapa baru sadar sekarang, kenapa harus aku berterima kasih kepada bapak ibuku, entah mengapa baru sadar wkwkwk, tak bisa ku pungkiri semua ini karena lewat matahariku Terima Kasih Matahariku tanpanya mungkin lama juga untuk menyadari ini. tak terasa sebentar lagi usiaku 22 tahun, dan aku baru sadar, aku tak tau bagaimana cara yang tepat untuk berterima kasih. yang jelas aku berusaha untuk membahagiakan.

dari sebelum lahir ibuku mengandung, setelah lahir, dan sampai besar seperti ini, semua karena bantuan bapak ibuku, entahlah apa jadinya jika aku di biarkan, aku tak tahu

Tapi setelah besar ini, dan aku tak menjadi apa yang di inginkan bapak ibu, seringkali membangkang, di suruh tidak mau, begitu besar perjuangan bapak ibuku, begitu besarnya cintanya bapak ibuku, tapi sering aku mengecewakan, yang paling ku rasakan orang tuaku tak meninggalkanku, dia tetap menemaniku sampai saat ini

TERIMA KASIH BAPAK IBUK - sihabuddin.com

Terima Kasih Guruku
sihabuddin.com - Terima Kasih Guruku. setelah kemarin update artikel Terima Kasih Matahariku, kini berlanjut terima kasih guruku.

Aku tak tau bagaimana cara yang tepat dan pas berterima kasih dengan guruku. Ahh entahlah guruku sangat banyak, tapi disini aku lebih memaksudkan kepada guru ngajiku.

dari kecil ketika aku berumur 12 tahun, sehabis lulus sd aku mondok ikut ngaji, waktu itu bulan september 2007. Tak terasa sekarang sudah maret 2017. Sebentar lagi 10 tahun dan aku serasa tak mempunyai apa apa ahh entahlah. Ngaji terlewatkan begitu saja, hafalan juga ala kadarnya yang terpenting tidak di marahi sama pak kyai gitu aja.

dari itik itik sampai otok otok aku di didik sama pak kyai tanpa membayar sepersenpun, aku mbayar ke pondok dari 15 ribu (iuran syahriah jaman dulu) dan sekarang 30 ribu perbulan, dan itu pun untuk keperluan kepentinganku sendiri, seperti listrik, kapur tulis, dan lain lain. kalau di jabarkan perbulan membayar 30 ribu, artinya 30 ribu 30 hari, jika di hitung perhari berarti aku cuma membayar 1000 rupiah, dan itupun sudah mendapatkan fasilitas kamar, bisa buat tidur, menyimpan baju di almari, panas tidak kepanasan, hujan tidak kehujanan, ada kolam renang bisa untuk mandi dan nyuci, ada wc, buat b.a.k ataupun b.a.b dan fasilitas lainya. Cukup dengan seribu, yah seribu rupiah padahal sekarang ke toilet/wc umum di tempat wisata aja aku harus membayar 2000, kalau b.a.b membayar 3000 ahh, uang seribu tidaklah cukup,. Masya Alloh barokah.

Fasilitas lain adalah pembelajaran dari guru pak kyai, putra kyai gus gus, dan bapak bapak pengurus pondok.
Dari saat aku masih kelas 1 (jurumiyyah) pak kyai mengajarku, mendidikku, sampai sekarang aku kelas 7 (ihya') pak kyai masih mengajarku, hebatnya pak kyai adalah setiap kelas selalu mengambil pelajaran, jadi di setiap kelas 1-7 pak kyai ikut mengajar, mengambil salah satu pelajaran.
iyah begitu sabarnya pak kyai mengajarku dari kelas satu sampai kelas tujuh, ikhlas tanpa bayar, aku tak pernah membayar pak kyai sepersenpun, toh kalau aku memberi uang pak kyai cuma akhir tahun setiap khatam pelajaran, dan itupun seadanya ala kadarnya,

Tapi aku merasa kosong tak menjadi apa apa, aku tak bisa apa apa, aku sangat malu jika pak kyai tahu apa yang ada di otak dan hatiku, aku malu sangat sangat malu, ahh entahlah.

Dan aku baru sadar setelah kemarin mengerti arti kecewa, dan aku baru sadar pastilah pak kyai kecewa jika melihatku sebagai santrinya yang beliau didik dari 9 tahun lalu, kini cuma menjadi seperti aku ini,ya seperti ini, ah entahlah.

Kini aku tak tahu cara membalas kebaikan kebaikan guruku, aku cuma bisa sebatas mengiyakan apa dawuh beliau, karena aku tak  tahu lagi cara membayar, dan akupun tak sanggup membayar satu huruf seribu dirham

yang paling ku yakini, walau bagaimanapun juga aku mengecewakan pak kyai, aku masih menyakini pak kyaiku masih mau membimbingku, tak akan meninggalkanku, pak kyaiku akan tetap mencintaiku, mengasihiku, memperhatikanku, mengarahkanku.

Aku malu jika tulisanku ini juga cuma sebatas khayalan dan nglanturku

Puisi guru dari gus mus

Ketika aku kecil dan menjadi muridnya
Dialah di mataku orang terbesar dan terpintar
Ketika aku besar dan menjadi pintar
Kulihat dia begitu kecil dan lugu
Aku menghargainya dulu
Karena tak tahu harga guru
Ataukah kini aku tak tahu
Menghargai guru

Terima Kasih Matahariku
sihabuddin.com - terima kasih matahariku. Artikel ini sambungan atau lanjutan dari artikel
Wanita Cantik Bagai Matahari dan artikel Terus kenapa kalau sudah punya pacar?

iya walau pacaran LDR dan cuma bertahan 1 bulan, toh kamu sudah memberikan banyak ilmu, aku sangat berterima kasih padamu, matahariku. Sempat kecewa, dendam, marah, tak karuan. kini aku maafkan, aku relakan, ya aku ikhlaskan. Aku masih ingat pas di pernikahan kakakmu di jawa tengah aku tak menyapamu, bahkan tak ingin melihatmu, aku tahu kamu datang, tapi aku mencoba menghindar dan tak memperhatikanmu, ahh maafkanlah aku ini masih anak kecil yang masih ada rasa kecewa, , tapi saat acara nikahan di jawa timur, kamupun tak terlihat, tak datang, aku ngobrol hangat dengan keluargamu, dengan lingkungan sekitarmu, apalagi saat berbincang dengan orang tuamu, seketika langsung ingat kamu, dan entah kenapa aku menjadi merasa bersalah, ahh maafkanlah aku ini.

Siapalah yang tak kecewa saat dalam puncaknya mencintai, tiba tiba di putuskan sebelah pihak tanpa di bicarakan dengan alasan yang wagu tak masuk akal juga, kalau di alurkan padahal yang mengajak jadian kamu, yang ngajak seriusan kamu, yang ngajak dewasa kamu, yang janji setia cukup satu ya kamu juga, dan aku mengiyakan dan ku yakinkan juga, ku cukupkan saja denganmu, eh tiba tiba kamunya suka dengan cowok lain, tanpa ada rembugan tanpa bicara denganku kamu langsung putuskan aku, dan mengejar cowok barumu itu. dan alasanmupun sangat wagu dan klasik, "aku malas pacaran, karena setiap hari di marahin sama guru" sangat kecewa membaca chatmu, beh tapi karena alasanku aku masih mencintaimu, aku mencoba untuk tak marah padamu, aku mengiyakan saja omongan gurumu, toh kalau mau ku debatkan, sangat bisa, tapi cukup aku saja yang mengalah, toh kamu sudah merasa tak lagi nyaman denganku kalaupun aku paksakan pasti juga tidak baik.
Cukup lama untuk move on, karena bagiku move on bukan sekedar mencari pengganti, tapi bagaimana bisa tetap berteman tak membenci, move on itu lebih ke tentang mengikhlaskan percuma punya pengganti tapi pikiran masih ke mantan.
Cukup lama dan sangat membuang waktu, tapi apa mungkin karena memang prosesnya seperti ini?

Kecewa, perih, nyesek, iyaaa, tapi setelah aku pikirkan, ternyata di balik itu semua, kamu memberikan ilmu yang tak pernah terpikirkan olehku bagiku kamu merobek hatiku seakan akan kamu menyuruhku melihat hatiku bahwa ada seseorang yang harus ku perhatikan. Guruku, keluargaku, teman temanku. Puncaknya ada Alloh.

TERIMA KASIH MATAHARIKU

Aku baru sadar, bahwa rasa kecewa itu sangat menyakitkan, apalagi kecewa kepada seorang kekasih. Yang kita cintai.

Aku mencintaimu, tanpa kau minta, sudah aku pikirkan cara mendapatkan, dan aku berikan padamu.

aku mencintai mu, setiap saat hanya namamu yang ku rindu ku ingat, tanpa pamrih aku lakukan semua demi kamu

saat mencintaimu, semua pekerjaan seberat apapun tak terasa, semua kulakukan dengan cuma cuma, ringan tanpa beban.

Saat mencintaimu lapar dahaga lemas entah apapun itu, menjadi kenyang, bertenaga.
semua negative menjadi positive.

Iyah itu saat mencintaimu, tapi tiba tiba saat kamu memutuskanku.
aku lemas, aku lemah, aku hilang, aku tak terarah.

cukup lama bagiku arti rasa kecewa, untuk marahpun aku tak sanggup, karena aku mencintaimu, ahh entahlah.

yang ku pahami, ternyata di balik itu aku juga banyak mengecewakan kepada orang orang sekitarku, terutama kepada guru dan orang tuaku
begitu cintanya pak yai bu nyai, gus gus, namun dengan entengnya aku mengecewakanya.
TERIMA KASIH GURUKU

begitu cintanya bapak ibuku keluargaku, namun entahlah aku tak terpikirkan, aku mengecewakanya juga
TERIMA KASIH BAPAK IBUKKU

dan puncaknya begitu cintanya ALLOH kepadaku, namun ahh aku sudah sangat banyak mengecewakan.
TERIMA KASIH ALLOH

dan aku sangat sangat berterima kasih kepada matahariku, yang telah menyinari hatiku dan membuat terang hati ini.

Aku Masih Mencintaimu karena kamu dan keluargamu. sihabuddin.com Terima Kasih Matahariku.

TAMBAHAN 6 April 2017
ini bulan kelahiranmu, aku masih ingat 22 april tahunya kalau gak salah 2002 wkwkwk
Setelah putus ini, lega juga ternyata, sebelum ini, aku selalu bercerita entah kepada siapa saja yang ku jumpai, bahwa hatiku kecewa, saat puncak puncaknya cintaku, kamu dengan entengnya memutuskanku, yah, aku bercerita kepada siapa saja, dan semuanya ternyata tak ada yang bisa membantu 100% menghilangkan kekecewaanku, dan ternyata butuh waktu dan pasrah kepada Alloh adalah jalan yang terbaik Terima Kasih Alloh

Aku tak lagi perlu menunggu kabarmu,
di setiap pagi saat kamu sampai sekolah
di setiap sore saat kamu pulang sekolah

aku tak perlu lagi memikirkan kejutan untukmu
aku tak perlu memikirkan kado/hadiah
aku tak perlu lagi janji janji membelikan ini itu

ahh lega juga rasanya, aku bebas berteman dengan siapa saja,
tanpa perlu ada yang mengawasaiku, mencemburuiku, melabrakku, selagi tak membuatku menjadi buruk, aku bisa berteman santai saja

yah, ternyata hidup ini menjadi lebih luas dan lega
biasanya aku selalu was was dengan kamu
aku selalu curiga dengan kamu, aku terpaku pada kamu

tapi kini ahh bebas sekali wkwkwk
ku cukupkan sedihku,
ku cukupkan gelisahku
yah cukup, terima kasih mata hariku

pikirku sekarang, saat kamu memutuskan ku,
hati ini seperti di belah, tapi bukan semata mata untuk menyakitiku
tapi agar aku melihat, menengok ke dalam robekan hatiku itu
ternyata, banyak juga yang aku abaikan
terima kasih telah membuka hatiku, dan lagi lagi aku percaya,
kamu benar benar matahari menyinari hati ini

TERIMA KASIH MATAHARIKU

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget